Kita susuri jalan membelah malam
di tepian trotoar kau bertanya
“adakah gulita menghadang kita.?”
Aku hanya diam
lekat bebola mata menatapmu
membisu; senyap
seperti malam,
yang tak mungkin kusingkap tabirnya
selalu misteri dan berilusi
semuanya mengambang
Kuterpaku
kelu lidah sulit kata terlafal
terlihat gerimis di sudut matamu
ingin kuseka, sanggupkah..?
entahlah…
Terkunci keinginan itu
patah sayapku
duka berkumpul di kalbu
Jauh kulayangkan pandangan
gulita kian pekat
harap hati,kelam leburkan
maafkan sayang
~Ezzyla Fi Diori, Batam_September 21, 2010 at 11:41pm*
di tepian trotoar kau bertanya
“adakah gulita menghadang kita.?”
Aku hanya diam
lekat bebola mata menatapmu
membisu; senyap
seperti malam,
yang tak mungkin kusingkap tabirnya
selalu misteri dan berilusi
semuanya mengambang
Kuterpaku
kelu lidah sulit kata terlafal
terlihat gerimis di sudut matamu
ingin kuseka, sanggupkah..?
entahlah…
Terkunci keinginan itu
patah sayapku
duka berkumpul di kalbu
Jauh kulayangkan pandangan
gulita kian pekat
harap hati,kelam leburkan
maafkan sayang
~Ezzyla Fi Diori, Batam_September 21, 2010 at 11:41pm*


![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)







0 comments:
Post a Comment