Semilir angin mengajak mataku
bercengkrama ke alam mimpi
namun tak bisa terpejam
resah bergelut dengan bayang-bayangmu
Detik berlalu
berdentang jam mencekam
semakin larut hati dalam kesendirian
Hingga lelah menelantarkan daku di pembaringan
sunyi kian sunyi
Dalam diam kutatap langit-langit
hati menerawang jauh
mata bergelanggang enggan dibujuk
Tak pernah jemu pawana mendodoikan
mengusap kelopak retina agar pulas
supaya terbang menembus nirwana mimpi
untuk menebus rindu padamu
akan tetapi tetap tak sudi mataku lelapkan
bercengkrama ke alam mimpi
namun tak bisa terpejam
resah bergelut dengan bayang-bayangmu
Detik berlalu
berdentang jam mencekam
semakin larut hati dalam kesendirian
Hingga lelah menelantarkan daku di pembaringan
sunyi kian sunyi
Dalam diam kutatap langit-langit
hati menerawang jauh
mata bergelanggang enggan dibujuk
Tak pernah jemu pawana mendodoikan
mengusap kelopak retina agar pulas
supaya terbang menembus nirwana mimpi
untuk menebus rindu padamu
akan tetapi tetap tak sudi mataku lelapkan


![Validate my Atom 1.0 feed [Valid Atom 1.0]](valid-atom.png)







0 comments:
Post a Comment